SD MEMBUAT GALAU
Sekitar 7 tahun yang lalu. Saat aku duduk di kelas 6 SD, aku sempat mengalami sesuatu yang tidak bisa aku lupakan. Peristiwa itu membuatku sangat galau, saat aku tau aku di fitnah oleh teman sekelasku sendiri.
Berawal dari surat yang di temukan oleh salah satu temanku. Saat istirahat, dia membaca surat itu di dalam kelas, dan ternyata surat itu berisikan surat cinta untuk seorang cowo yang sudah mempunyai pacar. Cowo itu dan pacarnya adalah teman sekelasku. Yang membuatku sangat terkejut ternyata Di surat itu terdapat namaku, dan namaku itu tersimpan di bagian luar surat itu bisa di bilang surat itu adalah surat dari namaaku sendiri. Perasaanku sangat kacau mendengar hal tersebut.
Datang segerombolan geng cewe yang ternyata diantara cewe itu adalah pacar dari cowo yang namanya terdapat di surat itu. Mereka menghampiriku dan mengelilingi tempat dudukku. Dan mereka menyidangku dan menanyakan kepadaku, “kenapa kamu membuat surat kaya gitu?”, “kenapa kamu suka sama pacar aku?”, dan pertanyaan lainnya. Aku bingung harus jawab apa, karna aku tidak merasa menulis surat itu. Rasanya aku ingin sekali nangis, tetepi aku hanya diam mendengar temen-temanku memarahiku. Sudah lama aku diam aku menjawab : “bukan aku yang menulis surat itu”, dan diapun menjawab : “terus kenapa ada nama kamu di surat itu?”, aku menjawab : “coba liat suratnya?”. Dan temanku memberi surat itu kepada aku. Aku melihat dan membaca surat itu, ternyata surat itu tulisan itu bukan seperti tulisanku sendiri hanya sedikit mirip. Aku berbicara kepada mereka : “ini bukan tulisan aku”, mereka menjawab : “terus kalau bukan kamu, ini tulisan siapa?”. Aku membuka sebuah buku dan memberikan kepada mereka untuk meyakinkan bahwa bukan aku yang menulis surat itu. Mereka hanya terdiam, dan aku mengajak geng cewe tersebut mencari siapa yang melakukannya dengan mengecek tulisan yang ada di buku setiap siswa. Saat melihat tulisan si A ternyata tulisannya sangat mirip dengan surat itu, untung saja orangnya tidak ada di kelas. Aku bilang kepada mereka : “benerkan bukan aku yang menulisnya, sekarang sudah terbukti siapa yang menulis surat itu, terus kalian jangan bilang-bilang kalau si A yang menulis surat itu dan jangan marah-marah sama dia karna dia teman deket aku.” Bel sekolah berbunyi menandakan masuk kelas. Semua siswa masuk kelas, dan semua siswa heran melihat aku dan geng cewe itu sangat akur sekali. Dan semuanya sudah berjalan seperti biasanya.
Hikmah dari cerita tersebut adalah : Kejahatan pasti akan terbongkar juga dan kita tidak boleh menyerah untuk mencari bukti agar menyakinkan orang bahwa kita bukan seorang tersangka dan kejahatan jangan di balas dengan kejahatan.
Berawal dari surat yang di temukan oleh salah satu temanku. Saat istirahat, dia membaca surat itu di dalam kelas, dan ternyata surat itu berisikan surat cinta untuk seorang cowo yang sudah mempunyai pacar. Cowo itu dan pacarnya adalah teman sekelasku. Yang membuatku sangat terkejut ternyata Di surat itu terdapat namaku, dan namaku itu tersimpan di bagian luar surat itu bisa di bilang surat itu adalah surat dari namaaku sendiri. Perasaanku sangat kacau mendengar hal tersebut.
Datang segerombolan geng cewe yang ternyata diantara cewe itu adalah pacar dari cowo yang namanya terdapat di surat itu. Mereka menghampiriku dan mengelilingi tempat dudukku. Dan mereka menyidangku dan menanyakan kepadaku, “kenapa kamu membuat surat kaya gitu?”, “kenapa kamu suka sama pacar aku?”, dan pertanyaan lainnya. Aku bingung harus jawab apa, karna aku tidak merasa menulis surat itu. Rasanya aku ingin sekali nangis, tetepi aku hanya diam mendengar temen-temanku memarahiku. Sudah lama aku diam aku menjawab : “bukan aku yang menulis surat itu”, dan diapun menjawab : “terus kenapa ada nama kamu di surat itu?”, aku menjawab : “coba liat suratnya?”. Dan temanku memberi surat itu kepada aku. Aku melihat dan membaca surat itu, ternyata surat itu tulisan itu bukan seperti tulisanku sendiri hanya sedikit mirip. Aku berbicara kepada mereka : “ini bukan tulisan aku”, mereka menjawab : “terus kalau bukan kamu, ini tulisan siapa?”. Aku membuka sebuah buku dan memberikan kepada mereka untuk meyakinkan bahwa bukan aku yang menulis surat itu. Mereka hanya terdiam, dan aku mengajak geng cewe tersebut mencari siapa yang melakukannya dengan mengecek tulisan yang ada di buku setiap siswa. Saat melihat tulisan si A ternyata tulisannya sangat mirip dengan surat itu, untung saja orangnya tidak ada di kelas. Aku bilang kepada mereka : “benerkan bukan aku yang menulisnya, sekarang sudah terbukti siapa yang menulis surat itu, terus kalian jangan bilang-bilang kalau si A yang menulis surat itu dan jangan marah-marah sama dia karna dia teman deket aku.” Bel sekolah berbunyi menandakan masuk kelas. Semua siswa masuk kelas, dan semua siswa heran melihat aku dan geng cewe itu sangat akur sekali. Dan semuanya sudah berjalan seperti biasanya.
Hikmah dari cerita tersebut adalah : Kejahatan pasti akan terbongkar juga dan kita tidak boleh menyerah untuk mencari bukti agar menyakinkan orang bahwa kita bukan seorang tersangka dan kejahatan jangan di balas dengan kejahatan.
Bandung, 01 Maret 2013
Nama : Resti Prapti Nursanti
NPM : 1201011
Kelas : SCL-054
No comments:
Post a Comment