Saturday, April 6, 2013

LAPORAN STRESS_Resti


LAPORAN STRESS
Saya sudah melaksanakan prinsip stress and worry saya.
Masalah yang saya hadapi adalah dalam hal keuangan.
Prinsip yang saya sudah gunakan yaitu prinsip no. 3. “Ingatlah diri sendiri bahwa kecemasan itu mahal, karena itu berbahaya bagi kesehatan kita.”
Peristiwanya, saat saya sedang berobat mata di RS. Cicendo saya diperiksa oleh dokter di rumah sakit tersebut. Sebenarnya saya tidak suka berobat ke rumah sakit, tetapi karena kesehatan saya sangat penting maka saya memberanikan diri untuk berobat ke rumah sakit. Setelah selesai di periksa, saya diberi resep oleh dokter. Lalu saya pergi menuju apotek untuk menebus resep obat yang telah diberikan oleh dokter. Tetapi tanpa saya duga-duga ternyata harga obat tersebut tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. Saya bayar resep itu, dan langsung menuju optik yang ada di lantai bawah. Saya memberikan resep kacamata kepada pelayan optik tersebut. Lalu saya memilih-milih kacamata yang akan saya pesan. Setelah saya dapat kacamata yang saya inginkan, petugas itu langsung menghitung jumlah keseluruhannya. Dan tanpa saya duga-duga lagi, ternyata hasilnya mengecewakan dan tidak sesuai dengan uang yang saya bawa. Saya sangat bingung uang tabungan saya sajah tidak cukup untuk membayar kacamata tersebut. Tetapi saya membayar kacamata setengahnya, setengahnya lagi saya akan bayar kemudian hari. Pada saat itu saya pulang dengan bingung dan stress, tidak tau apa yang harus saya perbuat. Tetapi, beberapa saat kemudian saya fikirkan masalah itu dengan matang-matang. Dan saya memutuskan untuk mencari uang dengan berjualan didaerah kampus. Dengan harapan saya dapat melunasi hutang saya dan dapat menebus kacamata tersebut.
Hasilnya, sebenarnya hasilnya belum begitu berhasil. Uang yang saya kumpulkan belum mencapai target, tetapi saya tidak akan patah semangat saya akan terus berdagang di kampus untuk mencapai target yang saya inginkan yaitu menebus kacamata di apotek tersebut.
Himbauan       : Bila ada masalah hadapilah dengan slow, dengan matang-matang dan dengan kepala jernih agar kita bisa memutuskan solusi apa yang akan kita lakukan?.
Manfaat          : Kita lebih bisa menjaga kesehatan.


Bandung, 27 Maret 2013
Nama : Resti Prapti Nursanti
NPM : 1201011
Kelas : SCL-054

LAPORAN STRESS_Brinia


LAPORAN STRESS
Saya sudah melaksanakan prinsip stress and worry saya.
Masalah yang saya hadapi adalah dalam hal bersih-bersih rumah.
Prinsip yang saya sudah gunakan nomor 2 yaitu bila anda mengalami kesulitan, lakukan tiga hal :
1.    Tanya diri sendiri apa kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.
2.    Siapkan mental untuk menerima kemungkinan itu.
3.    Perbaiki keadaan agar kemungkinan terburuk itu tidak terjadi.
Peristiwanya pada waktu awal bulan Maret 2013 ketika saya sedang berada di kamar tiba-tiba Tante saya masuk ke kamar saya dan memarahi saya. Karena biasanya jika saya libur kuliah itu paling malas untuk bersih-bersih rumah sehingga Tante saya marah-marah kepada saya. Tante saya berkata kepada saya “kamu tuh ya libur bukannya bersih-bersih tapi malah diem aja di kamar” begitulah Tante saya biasa marah kepada saya. Tapi besoknya setelah saya pikir-pikir lagi tindakan saya ini memang salah karena bisa dibilang saya ini tinggal disini numpang di rumah Kakek dengan Nenek dan Tante saya karena orang tua saya dan adik saya tinggal di Cirebon sehingga saya tidak bisa seenak sendiri saja.
Hasilnya saya sudah berhasil melakukan prinsip nomor 2 tadi kepada Tante saya. Saya lebih rajin dalam hal bersih-bersih rumah tanpa disuruh lagi dan Tante saya tidak memarahi saya lagi sehingga sekarang hubungan saya dengan Tante saya lebih baik lagi danTante saya sekarang tidak marah-marah lagi kepada saya dan saya lebih disayang oleh Tante saya.
Himbauan      : Jika kamu mengalami kesulitan segeralah perbaiki keadaan agar kemungkinan terburuk tidak menimpa diri kamu.
Manfaat         : Hubungan akan lebih baik lagi dan lebih di sayang.

Bandung, 27 Maret 2013
Brinia Siti Arum Dina
1201003
SCL-054

Friday, April 5, 2013

Laporan HR-1_Putri



“LAPORAN HR – 1”
Pada pertemuan pertama saya berkomitmen dengan menggunkan prinsip No. 7 (Tujuh) “Jadilah Pendengar yang Baik”, saya menggunakan prinsip ini kepada teman saya yang bernama Brinia Siti Arum Dina. Mengapa saya memilih teman saya ? karena sebelumnya sayabelum menjadi pendengar yang baik, sering kali ketika arum bercerita atau pin curhat kepada saya, terkadang saya kurang merespon dan sering kali bahkan menghiraukannya. Dan harapan saya kedepannya adalah agar saya bisa menjadi pendengar yang baik untuk siapa pun.
Kejadiannya ketika arum bercerita tentang dia kesulitan dalam masalah uang saat akan mengikuti himpunan, pada saat itu saya kurang memperhatikan dan merespon tentang masalah yang sedang arum hadapi, karena saat itu pun saya sedang kebingungan dalam masalah yang sama. Sehingga saat itu saya langsung memotong pembicaraan arum dan saya memberikan sedikit saran kepada dia untuk menyisihkan sebagian uang jajan nya untuk di tabung.
Namun setelah saya menjalankan prinsip No. 7 (Tujuh) akhirnya saya “Sudah” berhasil menjalankan prinsip tersebut dengan teman saya arum, dan setelah saya memilih dan menjalankan prinsip No. 7 (Tujuh) hasilnya saya berhasil menjadi pendengar yang baik untuk semua orang dan terutama yang sering bercerita kepada saya yaitu arum.


Himbauan : “Dengarlah, agar engkau didengar”
Manfaat    : Agar kita bisa menjadi pendengar yang baik untuk siapapun



Bandung, 22 Maret 2013

Nama               : Putri Nurcahya Camelia
Kelas               : SCL-054/MI-A
NPM                : 1201019
Dosen              : TIM DOSEN
Mata Kuliah     : “Character Building”



STMIK “AMIK BANDUNG” Jl. Jakarta No.28

Laporan Stress and Worry_Putri



“Laporan Stress and Worry”
Saya “Sudah” melaksanakan prinsip stress and worry saya.
Masalah yang saya hadapi adalah dalam hal “Waktu”.
Prinsip yang saya sudah gunakan yaitu prinsip No. 1 (Satu) “Hiduplah dalam hari lepas hari-artinya jalani, hayati hargai dan nikmati kehidupan hari lepas hari”.
Peristiwa nya yaitu pada saat himpunan akan mengadakan acara bulanan dan kami semua anggota di wajibkan untuk datang ke kampus pagi-pagi setiap hari, yang telat akan mendapatkan hukuman yaitu di seri (10x banding) karena agar semua anggota himpunan dapat hadir tepat waktu di basecamp sehingga lebih cepat untuk membahas dan menjalankan program kerja himpunan ini maka di tetapkan aturan seperti itu. Namun  saya sering terlambat datang karena mungkin saya sering tidur larut malam untuk menonton televisi, main game dan juga untuk sekedar smsan. Akibatnya saya susah untuk bangun pagi. Dan waktu pun banyak yang terbuang sia-sia. Sampai-sampai saya tidak bisa mengatur waktu saya sendiri.
Maka dari itu saya menerapkan prinsip No. 1 (Satu) dengan begitu saya bisa mengurangi menonton televisi sampai larut malam, tidak terlalu sering main game dan smsan yang tidak terlalu penting, tidur dengan tepat waktu dan mengatur waktu saya dengan sebaik-baiknya. Dan hasilnya saya dapat bangun dengan tepat waktu, lebih bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, dan tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Sehingga saya tidak terlambat lagi untuk berada di kampus tepat waktu, dan saya lebih dapat menjalani kehidupan saya dengan lebih menghayati waktu dan menghargainya.

Himbauan      :“Hargailah waktu anda agar hari-hari yang anda lalui lebih bermakna”.
Manfaat         :“Maka kita akan lebih bisa menghargai dan menghayati arti dari sebuah
   waktu”.
                                                                                                  
Bandung, 27 Maret 2013
Nama               : Putri Nurcahya Camelia
                                                                                     NPM               : 1201019       
Kelas                : SCL - 054
Dosen  s           : TIM DOSEN
Mata Kuliah    : “Character Building”


STMIK ”AMIKBANDUNG”, Jln. Jakarta No.28 Bandung


LAPORAN STRESS AND WORRY


LAPORAN STRESS AND WORRY
Saya sudah melaksanakan prinsip Stress dan Worry saya.
Masalah yang saya hadapi adalah dalam hal kesehatan terhadap diri sendiri.
Prinsip yang saya sudah gunakan adalah prinsip no.3 “ingatkan diri sendiri bahwa kecemasan itu mahal,karna ia berbahaya bagi kesehatan kita”.
Peristiwanya  saya pernah meminta uang buat bayaran kuliah saya, “pak mau minta buat bayaran, senin UTS” terus ekspresi wajah bapak saya langsung berubah, dan bapak saya bertanya “berapa de”?, “Rp. 250.000 pak” , “iya nanti de besok”.
Dari situ saya mulai merasa stress karena melihat ekspresi wajah bapak saya berubah, saat saya meminta untuk bayaran. Saya berpikir harus kerja harus kerja, kalo misalkan saya kerja sambil kuliah saya takut tidak bisa membagi waktu saya kerja dengan kuliah. Dulu sewaktu smk saya paling tenang kalau waktunya bayar SPP, sekarang udah beda gak kaya dulu. Sekarang bapak saya udah  pensiun, gajihnya juga gak seberapa. Harus membiayai saya dan keponakan untuk sekolah. Dari situ saya mikirin terus masalah ini, sampai saya tidak makan, diem dikamar sampe sempet sakit mikirkan masalah ini.
Tapi  kalau saya sampe sakit gara gara mikirkan masalah ini berlebihan, percuma juga karena bukan jalan keluarnya. Malah dampaknya nanti ke kehadiran saya di kampus. Inget kata guru IPA saya waktu SMK “niat bener bener pengen kuliah, ntar juga rizky pasti ngikut”.
Himbauan       : “Tidak akan menyelesaikan masalah jika kita mengabaikan kesehatan sendiri  cumin karena kita memikirkan masalah yang berlebihan”
Manfaat          : “jika kita sehat, kita dapat melakukan segala kegiatan dengan semaksimal mungkin”

Bandung,27 Maret 2013
Isnia Septianne Fauzy
1201007
SCL-054